Media Shilaturrahmi Berbagi Informasi Akurat Seputar Data Pendidikan

Efektifitas Unit Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa

Kemiskinan menjadi salah satu masalah utama bagi setiap bangsa. Kemiskinan merupakan permasalahan yang dapat memberi dampak di bidang kesehataan dan Pendidikan. Dalam bidang kesehatan, kemiskinan dapat menyebabkan kondisi kesehatan masyarakat miskin rentan terjangkit penyakit dan resiko tinggi akan kekurangan gizi sehingga mempengaruhi pada perkembangan tingkat kelahiran hidup. Dibidang  pendidikan masalah kemiskinan akan  berdampak pada bertambahnya jumlah anak  putus sekolah dari keluarga miskin. Salah satu kebijakan pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan adalah pelaksanaa Program Keluarga Harapan.

Misi besar PKH dalam menurunkan kemiskinan terlihat nyata semakin mengemuka mengingat jumlah penduduk miskin Indonesia pada tahun 2017 terjadi penurunan kemiskinan dari 10,64% pada bulan meret 2017 menjadi 10,12% pada bulan September 2017 dari total penduduk atau 27.771.220 jiwa penduduk pada bulan Maret menjadi 26.582.990 jiwa penduduk pada bulan September dengan total penuruan penduduk miskin sebanyak 1.188.230 atau penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 0.58% (BPS,2017). Sasaran PKH merupakan keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang memiliki komponen kesehatan dengan kriteria ibu hamil/menyusui, anak berusia nol samapai dengan enam tahun. Komponen pendidikan dengan kriteria anak SD/MI atau sederajat, anak SMA/MTs atau sederjat, anak SMA /MA atau sederajat, dan anak usia enam sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Sejak tahun 2016 terdapat penambahan komponen kesejahteran sosial dengan kriteria lanjut usia diutamakan mulai dari 60 (enam puluh) tahun, dan penyandang disabilitas diutamakan penyandang disabilitas berat.

Program Keluarga Harapan ( PKH ) adalah suatu program yang memberikan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin ( RTSM ) jika mereka memenuhi persyaratan RTSM yang telalh di tentukan.Tujuan utama PKH adalah membantu mengurangi kemiskinan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada kelompok masyarakat yang sangat miskin. Dalam jangka pendek, program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran RTSM. Sedangkan untuk jangka panjang untuk, dengan mensyaratkan keluarga penerima untuk mensekolahkan anaknya, melaksanakan imunisasi balita, memeriksakan kandungan bagi ibu hamil, dan perbaikan gizi. Diharapkan untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Sasaran penerima PKH adalah RTSM yang memiliki anggota  keluarga yang terdiri dari anak usia 0–15 tahun / ibu hamil / nifas yang berada pada lokasi terpilih. Penerima bantuan PKH adalah ibu yang mengurusi anak pada rumah tangga yang bersangkutan (jika tidak ada ibu maka yg menerima nenek, tante/bibi, atau kakak wanita tertua di keluarga yang menerima bantuan itu).
Efektifitas Unit Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa
PM PKH harus terdaftar dan hadir pada fasilitas kesehatan dan pendidikan terdekat. Kewajiban KPM PKH di bidang kesehatan meliputi pemeriksaan kandungan bagi ibu hamil, pemberian asupan gizi dan imunisasi serta timbang badan anak balita dan anak prasekolah. Sedangkan kewajiban di bidang pendidikan adalah mendaftarkan dan memastikan kehadiran anggota keluarga PKH ke satuan pendidikan sesuai jenjang sekolah dasar dan menengah. KPM yang memiliki komponen kesejahteraan social berkewajiban memberikan makanan bergizi dengan memanfaatkan pangan lokal, dan perawatan kesehatan minimal satu kali dalam satu tahun terhadap anggota keluarga lanjut usia mulai dari 70 (tujuh puluh) tahun, dan meminta tenaga kesehatan yang ada untuk memeriksa kesehatan, merawat kebersihan, mengupayakan makanan dengan makanan lokal bagi penyandang disabilitas berat. Penyaluran bantuan sosial PKH diberikan kepada KPM yang ditetapkan oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga. Penyaluran bantuan diberikan empat tahap dalam satu tahun, bantuan PKH diberikan dengan ketentuan sebagai berikut: Nilai bantuan merujuk Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor 26/LJS/12/2016 tanggal 27 Desember 2016 tentang Indeks dan Komponen Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Tahun 2017. Komponen bantuan dan indeks bantuan PKH pada tahun 2017, antara lain: Bantuan Sosial PKH Rp. 1.890.000. Bantuan Lanjut Usia Rp. 2.000.000. Bantuan Penyandang Disabilitas Rp. 2.000.000 dan Bantuan Wilayah Papua dan Papua Barat Rp. 2.000.000
Program Keluarga Harapan (PKH) di NTB dberlakukan pada tahun 2010. Salah satu kabupaten yang melaksanakan Program Keluarga Harapan adalah Kabupaten Lombok Timur. Program ini iberlakukan tahun 2011 oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kabuapten Lombok Timur memiliki 20 kecamatan. Salah satu desa yang melaksanakan program Keluarga Harapan adalah desa Desa xxxxxx Kecamatan xxxxxxDesa xxxxx adalah salah satu desa yang memiliki jumlah RTSM yang cukup banyak, yaitu 147 orang dari 986 orang populasi desa Kesik. Dan adanya anak penderita gizi buruk sejumlah 10 orang (Sumber : data orang miskin dan anak kurang gizi desa kesik, tahun 2017). Hal ini perlu diadakan sebuah kajian yang mendalam tentang pelaksanaan Program Keluarga Harapan di desa xxxxx yang telah berjalan selama 3 (tiga) tahun. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimana Efektivitas Unit Program Keluarga Harapan di Desa xxxxxx Kecamatan  xxxxxx Kabupaten Lombok Timur ?
  1. Tujuan, Untuk mengetahui efektifitas Unit Program Keluarga Harapan di Desa xxxxxx Kecamatan xxxxxx Kabupaten Lombok Timur.
  2. Manfaat, di harapkan dapat memberikan manfaat terhadap berbagai pihak yang terkait.  Adapun manfaat penelitian yang di harapkan :1) Manfaat Teoritis. a.diharapkan mampu memberikan kontribusi teoritis terhadap efektifitas program PKH khususnya di daerah pedesaan. b.Memberikan pemahaman secara teori dalam bidang pelaksanaan program dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan dan kegagalan suatu program yang telah dilaksanakan.  2. Manfaat  Praktis  a. Bagi Penulis, Menambah pengetahuan dan wawasan tentang Program Keluarga Harapan (PKH) khususnya efektifitas program keluarga harapan di Desa xxxxxx Kecamatan xxxxxx Kabupaten Lombok Timur. b.Bagi Instansi, Hasil kegiatan ni diharapkan bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi instansi, sehingga dalam proses pelaksanaaan Program Keluarga Harapan (PKH) yang selanjutnya dapat berjalan dengan baik.
Ruang Lingkup Pembahasan, Untuk dapat melakukan penelitian yang efektif dan efisien maka dibatasi secara jelas masalah yang diteliti. Dengan mempertimbangkan berbagai hal baik yang menyangkut waktu, tenaga dan keterbatasan peneliti. Oleh karena itu dalam penelitian dibatasi hal-hal sebagai berikut :
1. Objek Penelitian
Objek penelitian hanya terbatas terhadap efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan oleh Kementrian Sosial di Desa xxxxxx Kecamatan xxxxxx Kabupaten Lombok Timur.
2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian terbatas pada kesejahteraan masyarakat terhadap Program Keluarga Harapan yang dilaksanakan oleh Kementrian Sosial di Desa xxxxxx Kecamatan xxxxxx Kabupaten Lombok Timur.
Dalam penelitian ini menggunakan  penelitian kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme, untuk meneliti pada objek ilmiah, dimana kepala desa dan pendamping adalah sebagai instrument kunci. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer berupa wawancara mendalam pada aparatur desa dan subjek penerima bantuan program PKH dan masyarakat yang mana berperan pada pelaksanaan program PKH. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling technique dan snow ball technique

Purposive Sampling Technique adalah cara penentuan sejumlah Informan sebelum penelitian dilaksanakan, dengan menyebutkan secara jelas siapa yang dijadikan informan serta informasi apa yang diinginkan dari masing-masing informan. Snow Ball Technique adalah cara penentuan informan dari satu informan ke informan lainnya yang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, hingga dicapai sejumlah informan yang dianggap telah merepresentasikan berbagai informasi yang diperlukan (Meleong, Lexy J., 2002:4)

Data sekunder berupa dokumentasi baik dari media maupun laporan penelitian  yang berkaitan dengan pelaksanaan pengentasan kemiskinan melalui program bedah rumah.

  • Lokasi Penelitian, Menurut Moleong cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapangan penelitian ialah dengan jalan mempertimbangkan teori substantif, pergilah dan jajakilah lapangan untuk melihat apakah terdapat kesesuaian dengan pernyataan yang berada di lapangan. Keterbatasan georafis dan praktis perlu pula dijadikan pertimbangan dalam penentuan lokasi penelitian (Mely G. Tan,1985:32). Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Desa xxxxxx Kecamatan xxxxxx, Kabupaten Lombok Timur. 
  • Teknik Pengumpulan Data, Teknik  pengambilan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Untuk mengumpulkan dan memperoleh data yang valid, di perlukan data yang lengkap dan akurat sesuai dengan keadaan. Sehingga perlu teknik yang tepat untuk memperoleh informasi tersebut. Teknik pengumpulan data yang di gunakan untuk memperoleh data dalam penulisan efektivas program keluarga harapan di Desa xxxxxx Kecamatan xxxxxx Kabupaten Lombok Timur, adalah dengan menggunakan angket. Angket yang di kembangkan dalam penelitian ini berdasarkan variabel yang di jabarkan dengan teori efektivas dari budiani (2007), yakni meliputi ketepatan sasaran program, sosialisasi program,  tujuan program dan pemantauan program. Untuk menganalisis jawaban responden mengunakan skala likert. 
  • Teknik Pengolahan Data. Pengolahan data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan pengolahn data, data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang dikumpulkan perlu dipecah-pecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan kategorisasi, dilakukan manipulasi serta diperas sedemikian rupa sehingga data tersebut memiliki makna untuk menjawab masalah dan bermanfaat untuk menguji hipotesa atau pertanyaan penelitian. Pengolahan data kualitatif daam penelitian akan melalui tiga kegiatan analisis yakni sebagai berikut : a).Reduksi data, diartikan sebagai suatu proses pemilihan data, pemusatan perhatian pada penyederhanaan data, pengabstrakan data, dan transpormasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertuis dilapangan. Dalam kegiatan reduksi data dilakukan pemilahan-pemilahan tentang : bagian data yang perlu diberi kode, bagian data yang harus dibuang, dan pola yang harus diberi peringkasan. Jadi dalam kegiatan reduksi data dilakukan : penajaman data , penggoongan data, pengarahan data, pembuangan data yang tidak perlu, pengorganisasian data untuk bahan menarik kesimpulan. Kegiatan reduksi data ini dapat dilakukan melalui : seleksi data yang ketat, pembuatan ringkasan, dan menggologkan data menjadi suatu pla yang lebih luas dan mudah di fahami. b).Penyajian data dapat dijadikan sebagai ksimpulan informasi yang tersusun sehingga memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian yang sering digunakan adalah bentuk naratif, bentuk matriks, grafik, dan bagan. c).Menarik Kesimpulan/Verifikasi, Sejak langkah awal dalam pengumpulan data, peneliti sudah mencari arti tentang segala hal yang teah dicatat atau disusun menjadi suatu onfigurasi tertentu. Pengolahan data kualitatif tidak akan menarik kesimpulan secara tergesa-gesa, tetai secara bertahap dengan tetap memperhatikan perkembangan perolehn data.
Analisis data, Teknik analsis data yang dilakukan dalam penelitian ini untuk memperoleh data-data yang relevan dan untuk mendapatkan data secara objektif, kuat dan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya. Teknik analisis data juga digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Teknik analisis data yang di gunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif.

Referensi, Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran, dan akan menghasilkan produk yang merupakan hasil dari sebuah kebijakan, keinginan-keinginan yang ingin dicapai yang selama ini dilihat dari kenyataan yang ada di lapangan. Jadi kita bisa simpulkan bahwa efektifitas adalah pengaruh atau dampak yang merupakan hasil dari kebijakan atau langkah yang diambil, yang tentunya timbul dari keinginan-keinginan untuk mencapai target dengan melihat kenyataan yang ada dilapangan. 

Menurut bahasa kata efektif berasal dari bahasa Inggris yaitu effective yang berarti  berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik. Kamus ilmiah populer mendefinisikan efetivitas sebagai ketepatan penggunaan, hasil guna atau menunjang tujuan.  Efektivitas merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan di dalam setiap organisasi, kegiatan ataupun program. Disebut efektif apabila tercapai tujuan ataupun sasaran seperti yang telah ditentukan. Pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, terutama individu-individu yang mengalami kemiskinan. Sebagai tujuan, maka pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial yaitu: “Masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial seperti memiliki kepercayaan diri, mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya” (Suharto,2006:59) 

Prinsip pemberdayaan masyarakat desa merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui kegiatan peningkatan prakarsa dan swadaya masyarakat. Prinsip utama dalam mengembangkan konsep pemberdayaan masyarakat menurut Drijver dan Sajise ada lima macam, yaitu:
  1. Pendekatan dari bawah (buttom up approach): pada kondisi ini pengelolaan dan para stakeholder setuju pada tujuan yang ingin dicapai untuk kemudian mengembangkan gagasan dan beberapa kegiatan setahap demi setahap untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.
  2. Partisipasi (participation): dimana setiap aktor yang terlibat memiliki kekuasaan dalam setiap fase perencanaan dan pengelolaan.
  3. Konsep keberlanjutan: merupakan pengembangan kemitraan dengan seluruh lapisan masyarakat sehingga program pembangunan berkelanjutan dapat diterima secara sosial dan ekonomi.
  4. Keterpaduan: yaitu kebijakan dan strategi pada tingkat lokal, regional dan nasional.
  5. Keuntungan sosial dan ekonomi: merupakan bagian dari program pengelolaan. (Sutrisno, 2005:18).
Merujuk pada konsep dasar pemberdayaan masyarakat bahwa dasar-dasar pemberdayaan masyarakat adalah: “Mengembangkan masyarakat khususnya kaum miskin, kaum lemah dan kelompok terpinggirkan, menciptakan hubungan kerjasama antara masyarakat dan lembaga-lembaga pengembangan, memobilisasi dan optimalisasi penggunaan sumber daya secara keberlanjutan, mengurangi ketergantungan, membagi kekuasaan dan tanggung jawab, dan meningkatkan tingkat keberlanjutan” (Sutrisno, 2005:17). 

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. Kemiskinan dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yang saling bertentangan dan satu kelompok teori yang tidak memihak (middle ground), yaitu teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu (behavioral), teori yang mengarah pada struktur sosial, dan yang satu teori mengenai budaya miskin (Michael Sherraden, 2006:46-54)

Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat lainnya adalah : PPK (Program Pengembangan Kecamatan) yang dilaksanakan Departemen Dalam Negeri, P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan di Perdesaan), PNPM-PISEW (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Infrastruktur Ekonomi Masyarakat Ekonomi Wilayah), termasuk program keluarga harapan (PKH). 

Ada tiga macam konsep kemiskinan (Sunyoto Usman, 2004: 125), yaitu kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, dan kemiskinan subyektif. Konsep kemiskinan absolut dirumuskan dengan membuat ukuran tertentu yang konkrit (afixed yardstick). Masing-masing negara mempunyai batasan kemiskinan absolut yang berbeda-beda sebab kebutuhan hidup dasar masyarakat yang dipergunakan  sebagai acuan memang berlainan. Karena ukurannya dipastikan, konsep kemiskinan ini mengenal garis batas kemiskinan.

Kesimpulan 
Berdasarkan uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
  1. Program Keluarga Harapan (PKH) sangat efektif dengan kombinasi implementasi pemberdayaan masyarakat miskin (RTSM) dan peran pendamping sehingga lebih tepat dan dapat meringankan dan membantu Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Desa xxxxxx Kecamatan xxxxxx Kabupaten Lombok Timur. 
  2. Pendamping yang melaksanakan peran pendamping secara efektif merupakan kunci keberhasilan program pemberdayaan masyarakat miskin dan Implementasi pemberdayaan masyarakat miskin yang menjadi proses pelaksanaan program juga dipengaruhi pendukung program berupa besaran jumlah dana yang diterima dan upaya pemberdayaan masyarakat.
  3. Efektivitas keberhasilan PKH dapat diukur menggunakan beberapa indikator. Indikator tersebut adalah ketepatan sasaran sosialisasi program, sosialisasi program, tujuan program, pemanfataan dan cara kerja yang baik dan benar, produktif dalam pelayanan, prestasi kerja, pemanfaatan tenaga, dan penanggulangan kemiskinan. Selain indikator tersebut, peran pendamping juga mempengaruhi efektivitas keberhasilan program keluarga harapan dalam rangka pengentasan kemiskinan untuk kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Partisipasi Masyarakat

Related : Efektifitas Unit Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa

0 Komentar untuk "Efektifitas Unit Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa"