Atharhn

Pusat informasi pendidikan, administrasi sekolah, Dapodik, tutorial teknis, dan budaya

2/9/26

Aplikasi Nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

February 09, 2026 0

Aplikasi Pengolahan Nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), akankah ada..? Mari kita simak tentangAsesmen Kompetensi Minimum (AKM) 

AKM adalah penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (Numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. 

AKM bertujuan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. 

Literasi membaca merupakan  kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. 

Numerasi yaitu kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Aplikasi Nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Merujuk pada tahun lalu terdapat sebuah aplikasi penilaian yang diinput pada sistem Dapodik yang disebut dengan e-Raport SD. Aplikasi dibuat untuk mempermudah pendidik dalam mengelola atau menrencanakan dan atau melakukan pengolahan nilai dan melaporkan hasil belajar peserta didik sebagaimana tertuang dalam Permendikbud No 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan

Pada tanggal 14 November 2019 telah dirilis Aplikasi e-Raport SD dan telah diujicobakan pada bulan juli 2019 dengan melibatkan LPMP, Pusat Teknologi dan Komunikasi Kemdikbud dan praktisi pendidikan. Kemendikbud telah merilis penggunaan Aplikasi e-Raport SD versi V.1.0 sebagaimana tertera pada laman http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/e-raport. Akankah ada Aplikasi Nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada tahun ini agar mempermudah proses pengolahan nilai. Kita tunggu saja.

TPG PPPK Paruh Waktu dan Proses Validasi

February 09, 2026 0

Dikutip dalam laman group Whatsapp  Info GTK, bahawa Tunjangan Profesi Guru (TPG) baik status PPPK Penuh Waktu maupun Paruh Waktu di tahun 2026, penginputan data dilakukan melalui Aplikasi Dapodik dengan fokus pada validasi status kepegawaian dan sertifikasi. 

Berikut adalah rincian berkas dan data yang wajib diinput:

1. Data Utama Sertifikasi (Menu Riwayat Sertifikasi) 

  • Data ini harus diinput menggunakan Akun Personal Guru/PTK (melalui fitur Tukar Akses Pengguna): 
  • Sertifikat Pendidik (Serdik): Input Nomor Sertifikat dan tanggal kelulusan sesuai fisik sertifikat.
  • Nomor Registrasi Guru (NRG): Wajib diinput jika sudah diterbitkan oleh Kemendikbudristek untuk memvalidasi tunjangan.
  • Bidang Studi Sertifikasi: Harus linear dengan mata pelajaran yang diampu di sekolah. 

2. Data Kepegawaian (Status PPPK)

Pastikan status kepegawaian sudah diperbarui oleh Operator Sekolah: 

  • SK Pengangkatan PPPK: Menginput nomor dan tanggal SK serta TMT (Terhitung Mulai Tanggal) pengangkatan.
  • Surat Perjanjian Kerja (SPK): Khusus untuk PPPK, pastikan masa berlaku kontrak masih aktif di sistem.
  • Gaji Pokok: Input nominal gaji pokok terbaru sesuai golongan PPPK karena besaran tunjangan profesi adalah satu kali gaji pokok. 

3. Pemenuhan Beban Kerja (Jadwal Pembelajaran)

  • PPPK Penuh Waktu: Wajib memenuhi minimal 24 jam tatap muka (JTM) per minggu.
  • PPPK Paruh Waktu: Ketentuan jam mengajar disesuaikan dengan juknis terbaru (umumnya sekitar 19-20 jam per minggu atau 50% dari jam normal), namun tetap harus terinput valid di jadwal pembelajaran Dapodik agar dianggap aktif mengajar. 


4. Dokumen Pendukung Lainnya

  • SK Pembagian Tugas Mengajar: Diinput pada menu Pembelajaran di setiap rombongan belajar (rombel).
  • NUPTK: Pastikan NUPTK berstatus aktif dan valid.
  • Data Riwayat Pendidikan: Ijazah S-1/D-4 yang sudah melalui proses verval ijazah di Info GTK. 

Catatan Penting: Setelah data diinput, guru wajib memantau hasil sinkronisasi melalui Portal Info GTK untuk memastikan status "Valid" guna penerbitan SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi). 

Kalender Pendidikan Lombok Timur TP. 2025/2026

February 09, 2026 0

Kalender pendidikan bukan sekadar deretan angka dan tanggal merah di dinding kelas. Ia adalah instrumen krusial yang mengatur ritme pembelajaran, alokasi waktu efektif, hingga jadwal evaluasi dalam satu tahun ajaran. Tanpa kalender yang jelas, ekosistem sekolah akan kehilangan arah dalam mencapai target kurikulum.

Kalender pendidikan adalah alat navigasi yang memastikan seluruh proses belajar mengajar berjalan teratur dan terukur. Dengan memahami jadwal ini, kita bisa lebih menghargai waktu dan mencapai hasil belajar yang optimal.

Keputusan Kepala Dinas Dikbud Kab. Lombok Timur Nomor 421/974/DIKBUD/2025 Tentang Kalender Pendidikan Dinas Dikbud Lombok Timur Tahun Pelajaran 2025/2026.

Kalender Pendidikan Lombok Timur TP. 2025/2026

Download Kalender Pendidikan Dinas Dikbud Lombok Timur TP 2025/2026

Manfaat kalender pendidikan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan sangat krusial karena berfungsi sebagai pedoman resmi yang menyeragamkan seluruh kegiatan akademik di suatu wilayah. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Sinkronisasi Jadwal antar Sekolah

Tanpa kalender dari Dinas Pendidikan, setiap sekolah mungkin memiliki jadwal libur atau ujian yang berbeda-beda. Kalender ini memastikan adanya keseragaman, sehingga memudahkan koordinasi kegiatan besar seperti Ujian Nasional/Daerah atau penerimaan peserta didik baru (PPDB).

2. Pedoman Penyusunan Perangkat Pembelajaran bagi Guru

Guru menggunakan kalender pendidikan untuk menyusun:

Program Tahunan (Prota) & Program Semester (Promes): Guru dapat menghitung jumlah Minggu Efektif dalam satu semester agar semua materi dalam kurikulum dapat tersampaikan dengan tuntas sebelum ujian.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): Guru bisa menentukan kapan sebuah topik harus selesai dibahas berdasarkan alokasi waktu yang tersedia.

3. Kepastian Alokasi Waktu Belajar bagi Siswa

Kalender ini memberikan kejelasan bagi siswa mengenai:

Kapan mereka harus fokus belajar untuk menghadapi Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS).

Kapan mereka mendapatkan hak istirahat (libur semester atau libur nasional).

4. Memudahkan Perencanaan Kegiatan Keluarga bagi Orang Tua

Orang tua dapat merencanakan kegiatan di luar sekolah, seperti berlibur atau urusan keluarga, tanpa harus khawatir mengganggu jadwal ujian atau hari efektif sekolah anak. Hal ini membantu meminimalisir angka absen siswa karena alasan keluarga.

5. Pengawasan dan Evaluasi dari Pemerintah

Bagi Dinas Pendidikan itu sendiri, kalender ini menjadi alat kendali untuk memantau apakah sekolah-sekolah di bawah naungannya telah memenuhi standar jumlah hari belajar efektif dalam satu tahun 

6. Efisiensi Manajemen Sekolah

Pihak manajemen sekolah dapat menggunakan kalender ini sebagai basis untuk:

Menentukan anggaran operasional sekolah.

Menjadwalkan rapat kerja guru, pengembangan staf, dan kegiatan ekstrakurikuler agar tidak bentrok dengan jadwal akademik utama.

dengan demikian maka Kalender pendidikan merupakan peta jalan (roadmap) yang menjamin efisiensi, keteraturan, dan keadilan bagi seluruh elemen dalam sistem pendidikan di suatu daerah.

Cara Mengajukan dan Mendapatkan Program PIP terbaru

February 09, 2026 0

Program Indonesia Pintar (PIP) kembali menjadi perhatian publik sebagai salah satu strategi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia. PIP hadir dalam bentuk bantuan finansial dan dukungan belajar yang ditujukan bagi peserta didik dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Melalui program ini, diharapkan tidak ada lagi anak yang harus berhenti sekolah hanya karena masalah biaya.

PIP membawa sejumlah pembaruan penting. Pemerintah memperluas kelompok penerima manfaat, tidak hanya mencakup siswa sekolah dasar hingga menengah atas, tetapi juga peserta didik di jalur pendidikan nonformal seperti kursus keterampilan dan program kejar paket. Langkah ini menegaskan komitmen untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Cara Mendapatkan Program PIP terbaru

Penyaluran dana PIP kini semakin modern dengan dukungan teknologi digital. Proses distribusi bantuan dapat dipantau secara langsung sehingga transparansi lebih terjamin. Melalui aplikasi resmi, orang tua maupun siswa bisa memeriksa status bantuan, memastikan dana benar-benar diterima oleh pihak yang berhak tanpa hambatan.

Manfaat PIP  tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah anak yang bersekolah, tetapi juga dari kualitas pembelajaran yang lebih baik. Dengan adanya bantuan biaya, siswa dapat lebih fokus pada kegiatan belajar tanpa terbebani masalah finansial. Sekolah dan tenaga pendidik pun terdorong untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal karena adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah.

Program Indonesia Pintar menjadi salah satu pijakan penting menuju terwujudnya generasi emas Indonesia. Dengan akses pendidikan yang lebih merata, anak-anak dari berbagai latar belakang memiliki peluang untuk mewujudkan cita-cita mereka. PIP bukan sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa agar lahir generasi yang cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global.

Cara Mengajukan Program Indonesia Pintar (PIP) terbaru

1. Menghubungi Pihak Sekolah 

Langkah pertama untuk mengusulkan PIP adalah melalui sekolah. Orang tua atau wali murid tidak bisa mendaftar secara langsung ke pemerintah. Sampaikan kondisi ekonomi keluarga kepada wali kelas, guru BK, atau bagian administrasi sekolah agar mereka bisa membantu proses pengajuan.

2. Pencatatan di Dapodik 

Setelah itu, sekolah akan memasukkan data siswa ke dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Data ini kemudian dicocokkan dengan basis data sosial ekonomi nasional untuk memastikan bahwa calon penerima memang berasal dari keluarga kurang mampu atau rentan miskin.

3. Menyiapkan Dokumen Pendukung 

Untuk memperkuat pengajuan, biasanya diperlukan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), bukti kepesertaan PKH/BPNT, atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan. Dokumen ini menjadi bukti resmi kondisi ekonomi keluarga.

4. Proses Seleksi dan Penetapan 

Setelah data diverifikasi, sekolah akan mengusulkan nama siswa yang layak menerima bantuan. Kementerian Pendidikan kemudian menetapkan daftar penerima berdasarkan prioritas kebutuhan. Hanya siswa yang memenuhi kriteria yang akan masuk dalam daftar resmi penerima PIP.

5. Aktivasi Rekening dan Pencairan Dana Siswa yang terpilih akan mendapatkan rekening bank penyalur. Orang tua atau siswa perlu mengaktifkan rekening tersebut dengan membawa dokumen identitas dan surat keterangan dari sekolah. Setelah rekening aktif, dana bantuan bisa dicairkan sesuai jadwal yang ditentukan.

Dengan proses ini, PIP diharapkan benar-benar sampai kepada anak-anak yang membutuhkan. Program ini bukan hanya sekadar bantuan biaya, tetapi juga jembatan agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan finansial.

2/6/26

Cara Verval SP, PTK, dan PD terbaru

February 06, 2026 0

 Menjaga Akurasi Data Pendidikan: Optimalisasi Verval SP, PTK, dan PD 2026

1. Pentingnya Validasi Data Pendidikan

Di era digital 2026, validasi data pendidikan menjadi fondasi utama keberhasilan program pemerintah seperti BOS, PIP, hingga pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kini memperkuat integrasi melalui sistem Verval SP, Verval PTK, dan Verval PD yang terhubung langsung dengan data kependudukan Dukcapil. Operator sekolah tidak hanya dituntut menginput data, tetapi memastikan seluruh informasi benar-benar valid agar tidak menghambat proses administrasi.

2. Verval SP Terbaru 2026

Pada pembaruan Verval Satuan Pendidikan (SP), fokus utama bukan sekadar profil sekolah, melainkan juga akurasi titik koordinat lokasi dan data sarana prasarana. Validasi ini sangat penting untuk mendukung sistem zonasi PPDB 2026 dan perhitungan indeks kemahalan konstruksi. Jika data spasial tidak diperbarui, sekolah berisiko kehilangan akses bantuan fisik maupun menghadapi kendala zonasi berbasis jarak geospasial.

Cara Verval SP, PTK, dan PD terbaru

3. Verval PTK dan Kesejahteraan Guru

Verval PTK terbaru 2026 menjadi pintu utama kesejahteraan guru. Pemadanan NIK Dukcapil dan linieritas ijazah menjadi syarat mutlak untuk penerbitan NUPTK, validasi TPG, hingga seleksi ASN P3K. Operator sekolah dan guru harus aktif memantau status residu, karena kesalahan kecil seperti perbedaan nama atau gelar bisa membuat data invalid dan menghambat pencairan tunjangan profesi.


4. Verval PD dan Hak Peserta Didik

Sementara itu, Verval Peserta Didik (PD) menjadi aspek paling dinamis karena melibatkan jutaan data siswa. Prioritas utama adalah penuntasan residu, terutama bagi siswa tingkat akhir yang akan mengikuti Asesmen Nasional atau mendaftar ke perguruan tinggi. Sinkronisasi NIK, Nama Ibu Kandung, dan Tanggal Lahir dengan Dukcapil wajib dilakukan agar penerbitan NISN berjalan lancar. Jika data tidak valid, siswa bisa kehilangan hak atas Program Indonesia Pintar (PIP) maupun gagal mendaftar akun SNPMB 2026.

5. Budaya Tertib Data di Era Satu Data Pendidikan

Pengelolaan Verval SP, PTK, dan PD membutuhkan ketelitian serta kerja sama antara operator sekolah, kepala sekolah, dan dinas pendidikan. Konsep Satu Data Pendidikan 2026 menuntut proses real-time, bukan lagi sistem kebut menjelang cut-off. Dengan memastikan data bersih dari residu, sekolah dapat menjaga kelancaran administrasi, menjamin hak guru atas TPG, serta memastikan masa depan siswa terlindungi dari hambatan birokrasi.

Jurnal Pembelajaran Kelas Jenjang SD

February 06, 2026 0

 Pada awal bulan Oktober, kegiatan pembelajaran dimulai dengan fokus pada pemahaman konsep dasar dan pengembangan diri. Siswa mempelajari Matematika mengenai pengukuran per kuantitas unit dan nilai rata-rata, menggunakan alat bantu seperti kalkulator dan kertas grafik untuk memecahkan masalah sehari-hari. Di mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diajak menulis teks deskripsi sederhana tentang persahabatan melalui unit "Aku yang unik", sementara dalam IPAS, mereka mengeksplorasi topik magnet listrik dan pemanfaatannya dalam teknologi kehidupan sehari-hari.

Memasuki minggu kedua Oktober, pembelajaran berlanjut dengan pendalaman materi. Dalam mata pelajaran SBdP, siswa berlatih vokal dan mengenal sumber bunyi dari alat musik gesek serta petik. Sementara itu, pelajaran Bahasa Indonesia berfokus pada presentasi ide dari buku "Jendela Dunia", di mana siswa belajar menyampaikan hasil pengamatan secara runut. Pendidikan Pancasila turut mengisi minggu ini dengan evaluasi pembelajaran untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi norma yang telah diajarkan.

Jurnal Pembelajaran Kelas Jenjang SD

Pada pertengahan Oktober, siswa kembali memperkuat kemampuan numerasi dan literasi. Mata pelajaran Matematika mengajak siswa menghitung rata-rata menggunakan tabel perkalian, sedangkan Bahasa Indonesia menekankan pada fungsi tanda baca dan intonasi untuk memahami isi bacaan. Di sisi lain, pembelajaran IPAS berlanjut ke topik bagaimana energi listrik diperoleh dan digunakan, serta pengenalan bahasa Inggris dengan materi perbandingan kata sifat (comparative adjectives) seperti "taller than".

Minggu ketiga Oktober diisi dengan materi yang lebih kompleks dan variatif. Siswa mulai mempelajari perkalian bilangan desimal dalam Matematika dan membahas gaya bahasa dalam teks Bahasa Indonesia. Kegiatan proyek IPAS juga dimulai, di mana siswa diminta menelaah peralatan berteknologi dan mengidentifikasi cara kerjanya. Pendidikan Pancasila terus menanamkan sikap disiplin melalui penerapan norma dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Menjelang akhir Oktober, fokus beralih pada asesmen nasional dan proyek kreatif. Tanggal 23 dan 24 Oktober dijadwalkan untuk pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang mencakup literasi, numerasi, survei karakter, dan lingkungan belajar. Setelah asesmen, siswa melanjutkan proyek pembelajaran IPAS dengan mempresentasikan proyek mandiri mereka. Bulan ini ditutup dengan materi pengenalan lempeng bumi dalam IPAS serta identifikasi jenis teks naratif dan informasional dalam Bahasa Indonesia.

Memasuki bulan November, tema pembelajaran beralih ke fenomena alam dan geometri. Mata pelajaran IPAS membuka topik "Bagaimana Bumi Kita Berubah", mengajak siswa menginterpretasikan perubahan lingkungan sekitar. Dalam Matematika, siswa mulai mempelajari kekongruenan bangun datar dan sudut-sudut segitiga serta segi empat menggunakan busur derajat dan jangka. Bahasa Inggris memperkenalkan superlative adjectives untuk mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup.

Minggu kedua November menekankan pada ekspresi diri dan pemahaman struktur bumi. Melalui Bahasa Indonesia, siswa belajar menyimak petunjuk untuk menebak hobi dan mengenal imbuhan "me-", "-kan", dan "-lah". Pembelajaran IPAS semakin mendalam dengan pembahasan mengapa bentuk permukaan bumi berubah-ubah, termasuk demonstrasi pergerakan lempeng dan arus konveksi. Matematika terus melatih logika siswa melalui perkalian bilangan desimal dengan berbagai variasi soal.

Pertengahan November diwarnai dengan kegiatan proyek pembuatan model. Dalam IPAS, siswa ditugaskan membuat maket 3 dimensi yang menggambarkan kondisi permukaan bumi di suatu daerah. Pelajaran Bahasa Indonesia mendukung kreativitas ini melalui teks prosedur, di mana siswa menyimak panduan membuat kreasi dan mempraktikkannya. Di sela-sela proyek, siswa juga belajar teknik bernyanyi yang baik, mencakup pemanasan dan postur tubuh dalam pelajaran SBdP.

Pada akhir November, siswa mempresentasikan hasil karya mereka. Proyek maket 3 dimensi dipresentasikan di depan kelas sebagai bagian dari penilaian IPAS. Mata pelajaran Matematika memperkenalkan konsep volume kubus dan balok, mengajak siswa membandingkan volume benda di sekitar mereka. Bahasa Indonesia mengangkat tema kewirausahaan, di mana siswa mempelajari kosakata baru dari teks tentang pedagang asongan yang sukses menjadi pemilik usaha.

Kegiatan pembelajaran ditutup pada awal Desember dengan praktik langsung dan penguatan materi. Siswa melakukan bermain peran dan wawancara dalam pelajaran Bahasa Indonesia untuk melatih kemampuan berbicara dan menulis teks deskripsi berdasarkan hasil wawancara. Matematika berfokus pada pecahan, bilangan desimal, dan bilangan bulat untuk memantapkan pemahaman numerasi siswa sebelum mengakhiri semester. Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan refleksi proyek belajar untuk mengevaluasi seluruh proses pembelajaran yang telah dilalui.

Download Contoh Jurnal Kelas Berikut ini : JURNAL PEMBELAJARAN KELAS

Validasi Info GTK 2026 dan Proses Pencairan TPG

February 06, 2026 0

 Validasi Info GTK dan Proses Pencairan TPG terbaru 2026. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Bapak Ibu Guru

1. Pentingnya Validasi Info GTK

Di tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan bahwa proses validasi Info GTK menjadi kewajiban bagi setiap guru bersertifikat. Informasi yang tersimpan dalam sistem ini menjadi acuan utama penerbitan Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP). Kesalahan kecil, seperti ketidaksesuaian jam mengajar atau status sertifikasi, dapat berakibat pada tertundanya pencairan tunjangan.

2. Mekanisme Validasi

Untuk melakukan validasi, guru perlu masuk ke portal Info GTK 2026 menggunakan akun yang terhubung dengan Dapodik. Setelah login, sistem akan menampilkan indikator status validasi berupa warna:

Hijau → Data sudah benar, SKTP siap diterbitkan.

Kuning → Ada data yang perlu diperbaiki.

Abu-abu → Data belum lengkap atau belum diverifikasi.

Validasi Info GTK 2026 dan Proses Pencairan TPG


3. Proses Penerbitan SKTP

Apabila validasi berhasil dilakukan, SKTP akan diterbitkan setiap bulan. Dokumen ini menjadi bukti resmi bahwa guru berhak menerima TPG. Pemerintah mengingatkan agar guru selalu memantau status SKTP melalui Info GTK maupun PTK Datadik supaya tidak terjadi keterlambatan pencairan.

4. Skema Pencairan TPG 2026

Mulai Januari 2026, sistem pencairan TPG berubah dari triwulanan menjadi bulanan. Guru ASN akan memperoleh tunjangan setara satu kali gaji pokok per bulan, sedangkan guru non-ASN yang telah mengikuti inpassing juga berhak menerima sesuai aturan yang berlaku. Pola pencairan bulanan ini diharapkan memberikan kepastian finansial sekaligus meningkatkan transparansi.

5. Harapan dan Tantangan

Dengan adanya sistem baru, pemerintah berharap pencairan TPG lebih cepat dan tepat sasaran. Meski begitu, tantangan terbesar tetap pada kedisiplinan guru dalam melakukan validasi mandiri. Kesalahan kecil dalam pengisian data bisa menunda pencairan hingga berbulan-bulan. Oleh karena itu, guru diimbau untuk rutin mengecek Info GTK dan segera memperbaiki data yang bermasalah.