Pada awal bulan Oktober, kegiatan pembelajaran dimulai dengan fokus pada pemahaman konsep dasar dan pengembangan diri. Siswa mempelajari Matematika mengenai pengukuran per kuantitas unit dan nilai rata-rata, menggunakan alat bantu seperti kalkulator dan kertas grafik untuk memecahkan masalah sehari-hari. Di mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diajak menulis teks deskripsi sederhana tentang persahabatan melalui unit "Aku yang unik", sementara dalam IPAS, mereka mengeksplorasi topik magnet listrik dan pemanfaatannya dalam teknologi kehidupan sehari-hari.
Memasuki minggu kedua Oktober, pembelajaran berlanjut dengan pendalaman materi. Dalam mata pelajaran SBdP, siswa berlatih vokal dan mengenal sumber bunyi dari alat musik gesek serta petik. Sementara itu, pelajaran Bahasa Indonesia berfokus pada presentasi ide dari buku "Jendela Dunia", di mana siswa belajar menyampaikan hasil pengamatan secara runut. Pendidikan Pancasila turut mengisi minggu ini dengan evaluasi pembelajaran untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi norma yang telah diajarkan.
Pada pertengahan Oktober, siswa kembali memperkuat kemampuan numerasi dan literasi. Mata pelajaran Matematika mengajak siswa menghitung rata-rata menggunakan tabel perkalian, sedangkan Bahasa Indonesia menekankan pada fungsi tanda baca dan intonasi untuk memahami isi bacaan. Di sisi lain, pembelajaran IPAS berlanjut ke topik bagaimana energi listrik diperoleh dan digunakan, serta pengenalan bahasa Inggris dengan materi perbandingan kata sifat (comparative adjectives) seperti "taller than".
Minggu ketiga Oktober diisi dengan materi yang lebih kompleks dan variatif. Siswa mulai mempelajari perkalian bilangan desimal dalam Matematika dan membahas gaya bahasa dalam teks Bahasa Indonesia. Kegiatan proyek IPAS juga dimulai, di mana siswa diminta menelaah peralatan berteknologi dan mengidentifikasi cara kerjanya. Pendidikan Pancasila terus menanamkan sikap disiplin melalui penerapan norma dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Menjelang akhir Oktober, fokus beralih pada asesmen nasional dan proyek kreatif. Tanggal 23 dan 24 Oktober dijadwalkan untuk pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang mencakup literasi, numerasi, survei karakter, dan lingkungan belajar. Setelah asesmen, siswa melanjutkan proyek pembelajaran IPAS dengan mempresentasikan proyek mandiri mereka. Bulan ini ditutup dengan materi pengenalan lempeng bumi dalam IPAS serta identifikasi jenis teks naratif dan informasional dalam Bahasa Indonesia.
Memasuki bulan November, tema pembelajaran beralih ke fenomena alam dan geometri. Mata pelajaran IPAS membuka topik "Bagaimana Bumi Kita Berubah", mengajak siswa menginterpretasikan perubahan lingkungan sekitar. Dalam Matematika, siswa mulai mempelajari kekongruenan bangun datar dan sudut-sudut segitiga serta segi empat menggunakan busur derajat dan jangka. Bahasa Inggris memperkenalkan superlative adjectives untuk mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup.
Minggu kedua November menekankan pada ekspresi diri dan pemahaman struktur bumi. Melalui Bahasa Indonesia, siswa belajar menyimak petunjuk untuk menebak hobi dan mengenal imbuhan "me-", "-kan", dan "-lah". Pembelajaran IPAS semakin mendalam dengan pembahasan mengapa bentuk permukaan bumi berubah-ubah, termasuk demonstrasi pergerakan lempeng dan arus konveksi. Matematika terus melatih logika siswa melalui perkalian bilangan desimal dengan berbagai variasi soal.
Pertengahan November diwarnai dengan kegiatan proyek pembuatan model. Dalam IPAS, siswa ditugaskan membuat maket 3 dimensi yang menggambarkan kondisi permukaan bumi di suatu daerah. Pelajaran Bahasa Indonesia mendukung kreativitas ini melalui teks prosedur, di mana siswa menyimak panduan membuat kreasi dan mempraktikkannya. Di sela-sela proyek, siswa juga belajar teknik bernyanyi yang baik, mencakup pemanasan dan postur tubuh dalam pelajaran SBdP.
Pada akhir November, siswa mempresentasikan hasil karya mereka. Proyek maket 3 dimensi dipresentasikan di depan kelas sebagai bagian dari penilaian IPAS. Mata pelajaran Matematika memperkenalkan konsep volume kubus dan balok, mengajak siswa membandingkan volume benda di sekitar mereka. Bahasa Indonesia mengangkat tema kewirausahaan, di mana siswa mempelajari kosakata baru dari teks tentang pedagang asongan yang sukses menjadi pemilik usaha.
Kegiatan pembelajaran ditutup pada awal Desember dengan praktik langsung dan penguatan materi. Siswa melakukan bermain peran dan wawancara dalam pelajaran Bahasa Indonesia untuk melatih kemampuan berbicara dan menulis teks deskripsi berdasarkan hasil wawancara. Matematika berfokus pada pecahan, bilangan desimal, dan bilangan bulat untuk memantapkan pemahaman numerasi siswa sebelum mengakhiri semester. Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan refleksi proyek belajar untuk mengevaluasi seluruh proses pembelajaran yang telah dilalui.
Download Contoh Jurnal Kelas Berikut ini : JURNAL PEMBELAJARAN KELAS

No comments:
Post a Comment
Bagai mana menurut anda informasi yang disajikan oleh penulis kepada anda ?